Tak bisa hidup tanpa HP. Itu kata-kata orang jaman sekarang. Tidak tua tidak muda, pejabat atau bahkan pengemis semua memiliki HP. Seperti halnya makan nasi, HP sudah merupakan kebutuhan primer bagi sebagian besar masyarakat Idonesia. Kemana-mana hp tak pernah ketinggalan, dari tidur malam, bangun, tidur lagi hp selalu menempel dengan pemiliknya. Sampai-sampai ke kamar mandipun hp itu turut serta. Makanya jangan heran bila ada HP yg rusak akibat terjun bebas ke bak mandi atau bahkan nyemplung ditoilet. Hiiiiiiiii
Dengan semakin maraknya berbagai jenis HP yg menyediakan fitur-fitur kemudahan berinternet, semakin maraklah pengguna internet via HP. Sesekali, ketika anda berada dikeramaian, cobalah lihat ke sekeliling anda. Anda akan menemukan banyak orang autis yang asyik dengan HPnya masing-masing. Ya, saya sebut mereka autis, karena bila HP tersebut diambil, mereka pasti akan berteriak-teriak untuk mngembalikan HPnya.
Pernahkah anda pergi bersama teman segrup yg berisi lebih dari dua orang dan slah satu dari anda asyik HP dan dengan dunianya sendiri. Anda akan berfikir apakan acara pergi bersama ini sangat tidak menarik sehingga teman anda lebih memilih memainkan HP untuk berinternet dari pada berbincang dengan anda. Hal ini berhubungan dengan kesadaran akan etika menggunalkan HP. Tidak banyak yang mengetahui etika menggunakan HP. Mungkin mereka tahu, akan tetapi tidak ambil pusing dengan etika tersebut. Salah satu contoh yang banyak terlihat adalah penggunaan HP diruang rapat dan kelas. Peringatan sudah dilayangkan untuk tidak menggunakan HP dikelas, tetapi mereka tidak mengindahkan peringatan itu. Mereka tidak menyadari bahwa apa yg mereka lakukan merupakan salah satu bentuk tidak menghargai diri sendiri akan ketidakdisiplinan diri.
Sayang sekali, banyak dari kita termakan oleh kemajuan teknologi dengan menghabiskan waktu untuk bersosialisasi didunia maya. Akan tetapi semua kembali kepada diri sendiri. Apakah anda salah satu dari mereka yang autis? silahkan tanya pada diri sendiri!
Filed under: Yubithea dalam Berita | Leave a Comment »
Minggu ketiga merupakan puncak insomnia saya. Karena kurang tidur sejak minggu sebelumnya, sakit kepala minggu ini bertambah parah. Karena tetap sulit tidur padahal mata sudah pedih karena mengantuk dan sakit kepala, akhirnya saya memutuskan minum CTM untuk membantu saya tidur. Tokcer. Jam 12 pm saya sudah tergeletak tertembak CTM. Payahnya pengaruh CTM itu belum hilang sampai keesokan harinya, sehingga wajah saya sembab karena mengantuk. Celakanya keesokan harinya saya ada quiz, akan tetapi, karena pengaruh CTM itu, malamnya saya tidak belajar dan tidur dengan suksesnya. Waduuhhh tidur disaat yang kurang tepat neh.
Mungkin, ini hanya mungkin, jika penataan bendera dan umbul-umbul partai serta poster para caleg itu ditata dengan rapi tidak terlalu merusak pemandangan, akan tetapi dengan ketidakteraturan itu mengakibatkan kesumpekan tepi jalan. Hal ini juga merugikan para pejalan kaki. Kenyamanan berjalan kaki tidak diperoleh bukan hanya karena para pedagang kaki lima tapi juga oleh bambu-bambu penyangga baligo. Tidak hanya itu, pemasangan bendera-bendera partai dan poster caleg bahkan sampai merusak taman yang ada dipinggir jalan dan atau dihalaman rumah penduduk.
This is the best birthday’s present i ever had. Mungkin cuma kebetulan, tetapi laptop ini dibeli pada hari ultah saya loh. Bukan saya yg membelinya siih. Sempat terdengung seperti lebah protes kakak dan adik saya karena membeli laptop ini (katanya berlebihan) tp saya mengcaunternya dengan alasan ini reward untuk diri saya sendiri setelah bekerja selama 5 tahun plus hadiah ulang tahun untuk saya (Kesannya ga ada yg pernah kasi saya hadiah ultah ya? Duh)…. Iya dong kita harus memberi reward pada diri sendiri atas apa yang telah kita kerjakan selama kewajiban pada sesama manusia juga tidak terlupakan tentunya.
t. Tapi itulah yang terjadi pada diri saya. satu kata. TELEDOR