Otot Vs Otak (bag 2)

Pernahkah terpikir dalam benak anda bahwa tayangan kejuaraan atau lomba-lomba yang ditayangkan di televisi banyak yang lebih berbau kejuaraan olah otot atau fisik? Pernah jugakah terbersit di benak anda bahwa perlombaan, pertandingan, ataupun kejuaraan otot selalu lebih meriah dibandingkan dengan perlombaan otak. Lebih lanjut peminat dan peserta perlombaan ototpun jauh lebih banyak dibandingkan perombaan otak. Mau bukti? Let’s see together.

Perlombaan olah otot bukannya tanpa melibatkan otak, karena diperlukan sebuah pemikiran untuk menentukan strategi dalam meraih kemenangan. Sebagai contoh permainan sepak bola. Pemain yang handal memiliki materi strategi yang diterapkan pada pertandingan atas petunjuk pelatihnya ketika latihan. Para pemain ini tentu saja harus mempertahankan kebugarannya agar senantiasa dalam keadaan fit. Latihan olah otot, yakni latihan fisik, memiliki porsi yang lebih besar dibandingkan latihan olah otak dalam hal ini latihan strategi permainan.

Kemeriahan pertandingan yang lebih mementingkan otot lebih gegap gempita dibandingkan dengan kemeriahan pertandingan olah otak. Pertandingan olah otot  dapat memicu antusias penonton serta memacu adrenalinnya untuk memberi semangat para pemain. Sebaliknya, pertandingan olah otak berlangsung sunyi. Hal ini disebabkan kemeriahan dapat merusak konsentrasi para peserta pertandingan.

Sejalan dengan kemeriahan pertandingan olah otak, dukungan dan peminat pertandingannyapun selalu ramai peminatnya. Tidak hanya penonton yang seringkali membludak, dukungan sponsorpun berdatangan. Berlainan dengan pertandingan olah otak, selain peminatnya yang tidah terlalu bayak, pesertanyapun relatif sedikit. Seiring dengan itu dukungan para sponsorpun hanya datang dari kalangan tertentu saja. Hal ini dapat dibuktikan dengan promosi dan iklan pertandingan-pertandingan itu.

Mari kita perhatikan sekeliling kita. Ternyata hal-hal di atas terjadi dilingkup lokal. Perlombaan atau pertandingan olah otot mendapat sorotan dan dukungan yang lebih besar dibandingkan dengan perlombaan atau pertandingan olah otak. Apakah anda pendukung dan atau peserta pertandingan olah otot atau pendukung dan atau peserta pertandingan olah otak? atau keduanya?

5 Responses

  1. TENTANG BEASISWA BAGI WARGA NEGARA INDONESIA
    UNTUK BELAJAR DI RUSIA

    Sesuai dengan Keputusan Pemerintah Federasi Rusia tentang penerimaan mahasiswa asing di perguruan tinggi Rusia, maka pada tahun ajaran 2009/2010 Pemerintah Federasi Rusia memberikan 30 beasiswa bagi warga negara Republik Indonesia. Dengan jenjang, persyaratan dan bidang studi sebagai berikut.

    1. Jenjang

    Beasiswa diberikan untuk Jenjang S-1 (Bachelor) dan S-2 (Magister) sebanyak 25 beasiswa. Sedangkan untuk Jenjang S-3 (Kandidatura), Post-Doktoral (Doktorantura) dan Penelitian/Pelatihan (Stazhirovka) sebanyak 5 beasiswa.

    2. Program Studi (Spesialisasi)

    Program studi (spesialisasi) yang ditawarkan,meliputi:

    Ilmu Hukum, Ilmu Politik, Ilmu Kedokteran, Ilmu Alam (Natural Science);Ilmu Sosial/Humaniora; Ilmu Pendidikan; Ilmu Kesehatan (Public Health); Ekonomi dan Manajemen (Economic and Management); Spesialisasi Interdisipliner Teknik-Ilmu Alam; Geologi dan Sumber Daya Mineral; Eksplorasi Mineral; Ilmu Energi dan Teknik Mesin Pembangkit (Power Machinery Engineering); Metalurgi; Konstruksi Mesin dan Material Processing; Penerbangan, Roket dan Teknologi Angkasa (Space Machinery); Teknologi Maritim (Maritime Machinery); Peralatan Transportasi Darat; Teknologi Pertambangan dan Perlengkapan; Teknik Elektro, Control Device Building; Radioteknik dan Komunikasi; Automasi dan Kontrol; Komputer dan Informatika;Service; Eksploitasi Transportasi; Teknologi Kimia; Reproduksi dan Proses Sumber Daya Kehutanan; Teknologi Makanan; Teknologi Komoditi Konsumen; Arsitektur dan Ilmu Konstruksi; Geodesi dan Kartografi; Agrikultur dan Perikanan; Ekologi dan Pemanfaatan Alam; Kesehatan dan Keselamatan.

    3. Perguruan Tinggi dan Proses Belajar

    Perguruan Tinggi/Universitas tujuan belajar terdapat di kota-kota di seluruh Federasi Rusia. Penempatan penerima beasiswa ditentukan oleh Pemerintah Federasi Rusia.

    Proses belajar-mengajar diselenggarakan dalam bahasa Rusia. Untuk itu selama 1 (satu) tahun semua penerima beasiswa program studi S-1 dan S-2 akan belajar di Fakultas Persiapan (Preparatory Faculty) untuk mempelajari bahasa Rusia dan mata pelajaran yang sesuai dengan jurusan/program studi yang telah dipilih.

    Bagi Penerima beasiswa Jenjang S-3, Doktorantura dan penelitian/pelatihan akan mempelajari bahasa Rusia selama proses belajar (tidak melalui Fakultas Persiapan).

    4. Persyaratan

    Untuk Jenjang S-1 dan S-2:

    · Para pelamar beasiswa harus memiliki ijazah Sekolah Menengah SMU yang setara dengan ijazah SMU Rusia dengan nilai untuk mata pelajaran pokok/sesuai dengan spesialisasi yang akan dipilih tidak lebih rendah dari 80% tingkat maksimalnya (Nilai Rata-rata 8,0). Untuk mata pelajaran lainnya juga harus bernilai baik (tidak ada angka merah). (Untuk Jenjang S-2 harus memiliki ijasah S-1 dengan IPK sekurang-kurangnya 2,50);

    · Kurun waktu antara tamat Sekolah Menengah/SMU (atau lembaga pendidikan pra-perguruan tinggi lainnya) dengan saat pendaftaran beasiswa ini harus tidak melampaui 3 tahun.

    · Usia para calon untuk S-1 hendaknya tidak lebih dari 25 tahun dan S-2 tidak lebih dari 30 tahun.

    Untuk Jenjang S-3, Penelitian, Post Doktoral:

    · Calon Penerima beasiswa Jenjang S-3 harus berpendidikan berpendidikan tinggi setingkat M.Sc./M.A.,

    · mempunyai pengalaman kerja yang sesuai dengan spesialisasinya;

    · usia hendaknya tidak melampaui 35 tahun.

    5. Berkas Lamaran

    Berkas lamaran lengkap diserahkan langsung ke Bagian Kebudayaan Kedutaan Besar Federasi Rusia – Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia (Jl. Diponegoro, 12, Menteng, Jakarta Pusat, telp./fax: 31935290) sebelum tanggal 20 Maret 2009.

    Berkas surat lamaran dimasukkan ke dalam Map/Amplop Kuning (untuk S-1), Merah (untuk S-2) dan Hijau (Untuk S-3/Penelitian) harus dengan isi dan urutan sebagai berikut:

    1. Application Form dalam Bahasa Inggris

    2. Fotokopi ijazah/sertifikat dari tingkat pendidikan yang bersangkutan beserta transkrip nilainya dan terjemahannya dalam Bahasa Inggris yang telah dilegalisir oleh Notaris;

    3. Surat keterangan bahwa calon telah mengikuti tes kesehatan dan tidak mempunyai hambatan dalam menghadapi iklim Rusia dalam Bahasa Inggris dan telah dilegalisir oleh Instansi yang berwenang;

    4. Surat keterangan bebas HIV/AIDS yang telah dilegalisir oleh Instansi yang berwenang;

    5. Fotokopi Akta Kelahiran dan terjemahannya dalam Bahasa Inggris yang telah dilegalisir oleh Notaris;

    6. Fotokopi lembar pertama Paspor RI dengan data-data calon penerima beasiswa (untuk mengisi formulir bagi visa),

    7. Sepuluh lembar pasfoto ukuran 4 x 6 cm.

    Untuk pelamar Jenjang S-3 sekaligus harus menyerahkan daftar judul publikasinya (jikalau ada) dan referat singkat (proposal singkat) maksimal 2 halaman tentang tema penelitian ilmiah untuk studi S-3-nya rangkap 2 (dalam bahasa Indonesia dan Inggris). Bagi lulusan perguruan tinggi Rusia harus membuat proposal dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Rusia.

    6. Lain-lain

    Segala hal menyangkut kedatangan dan domisili keluarga penerima beasiswa tidak menjadi tanggungan perguruan tinggi dimana mahasiswa belajar.

    Penerima beasiswa S-1 dan S-2 harus sudah berada di Rusia terhitung sejak tanggal 1 s/d 15 September 2009, penerima beasiswa untuk S-3 dan pelatihan/training – sebelum tanggal 1 Desember 2009.

    Untuk informasi selengkapnya dan pendaftaran silakan menghubungi kantor Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia.

    Alexander I. Vaulin,

    Direktur Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia,

    Sekretaris I Kedutaan Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia

  2. selamat mencoba !!!!

  3. itu menandakan dunia kita semakin tidak seimbang. padahal keseimbangan merupakan suatu keharusan. Termasuk dalam setiap diri manusia seharusnya ada keseimbangan aktivitas, bukan hanya olah otot dan olah otak saja, tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah olah hati dan olah rasa.
    Bagi kita bangsa Indonesia, sesunguhnya para tokoh pendidikan kita sudah sejak lama mengingatkan bahwa pendidikan kita harus mengembangakan keempat aspek tersebut: olah hati, olah pikir, olah rasa, dan olah raga.

    • Sip, betul sekali. Makanya banyak penyakit baru dan banyak yang stress, karena ketidakseimbanga olah fisik, olah otak, dan emosional. Banyak orang pintar keblinger yg kerjaannya memnipulasi yang kurang pintar, banyak orang kuat dikibuli karena mencoba mengintimidasi orang lain dengan kekuatannya, banyak orang pintar dan kuat berakhir di tempat yg tidak semestinya. Yah bagaimanapun jug mereka turut meramaikan dunia persilatan kita

  4. ehh… bookmarked ))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: