Menjadi Motoris

Setelah berbagai pertimbangan dan efisiensi waktu, akhirnya saya memutuskan untuk menjadi motoris selama sebulan ini. Bermodalkan motor pinjaman, dimulailah perjalanan yang menegangkan dari Bekasi ke Slipi. Ini adalah perjalanan terjauh saya. Bayangkan, saya yang bisanya takut mengendarai motor, pun di wilayah sekitar Bekasi, harus mengendarai motor dari Bekasi ke Slipi pada malam hari seusai hujan pula. Fiuuuhhhhh takut sekali. Bismillah…  akhirnya sampai juga dengan selamat. Pegal-pegal dan masuk angin deh, tapi tiba dengan selamat. Tantangan pertama dapat dilapaui dengan baik.

Alasan di balik keputusan untuk meminjam dan mengendarai motor ini  adalah karena saya mengikuti kursus yang dilaksanakan di bilangan Kuningan. Kuningan terletak tidak jauh dari slipi, akan tetapi tidak ada kendaraan umum yang langsung menuju ke Kuningan ini, kecuali taksi dan ojek tentunya. Saya harus berganti 3 kali naik kendaraan umum untuk menuju ke tempat kursus ini. Sangat tidak efisien dan menghabiskan banyak waktu dan ongkos. Sebetulnya ada alternatif lain untuk mencapai kursus ini, yaitu menumpang motor teman,  tetapi artinya saya harus bergantung pada teman serta harus pulang dan pergi pada waktu yang sama dengannya. Saya kurang suka tergantung pada orang lain, jika saya bisa mengusahakannya sendiri tanpa bantuan orang lain, mengapa harus menggantungkan diri pada orang lain?

Pada hari pertama saya pergi dan pulang dengan bimbingan teman. Pada hari ke dua, saya mencoba memberanikan diri untuk pulang sendiri. Sehubungan dengan jalan yang dipilih cukup berliku, saya salah mengambil arah dan tersesat. Entah mengapa, saya tidak merasa panik. Dengan tenang saya menyusuri jalan sambil memperhatikan rambu arah jalan, dan viola, saya menemukan jalan yang biasa kami lalui. Memang agak berputar, tetapi jalanan yang saya lalui tidak terlalu ramai bahkan lengang untuk ukuran jalanan di jakarta. Mungkin itu juga yang menenangkan saya ya? Mengapa saya sering tersesat saat pertama melakukan berbagai hal diwilayah baru ya? Doh

Kursus  ini memberi tiga keuntungan pada saya. Pertama saya bisa menambah kemampuan bahasa Inggris saya, lalu membuat saya  berani mengendarai motor di wilayah Jakarta yang crowded ini, dan tentu saja saya bisa bangun agak siang.  Keuntungan kedua inilah yang membuat saya bangga pada diri sendiri. Mungkin cukup aneh bagi para motoris yang lain untuk berbangga hanya karena dapat mengendarai motor di wilayah Jakarta, tetapi bagi saya, yang memiliki mapping yang kurang bagus plus penakut, hal ini cukup membanggakan loh. How about you, the new motorist?

2 Responses

  1. Я очень рад встретиться с моим старым другом
    Я всегда восхищался, но не за то, что я не смею вопроса выявить
    но теперь я молюсь он всегда может уделить здоровью и всегда в жилье Господа аминь

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: