Pertama X

Dalam perjalan hidup yang kita lalui ini, ada peristiwa yang hanya terjadi sekali untuk selamanya dan ada pula yang terjadi berulang kali, diantara berbagai macam momen yang ada, selalu ada kata “pertama kalinya”. Terkadang hal yang terjadi untuk pertama kalinya bisa membuat orang merasa gembira, tertawa atau sedih dan menagis. Teratawa karena memang benar-benar senang ataupun karena kebodohan yang telah dilakukan dan atau bahkan menangis karena menyesali kebodohannya itu.

Pastinya suatu peristiwa yang merupakan pengalaman pertama bagi seseorang mungkin merupakan pengalaman yang biasa atau sudah sering terjadi bagi orang lain. Nah dalam halaman ini mari berbagi pengalaman pertama anda, dan temukan seru dan uniknya dalam cerita-cerita yang disajikan, dan saya juga menunggu cerita unik atau mungkin kocak anda disini.

7 Responses

  1. Ini masalah mengenai perempuan cantik pertama yg saya lihat di dunia dengan mata kepala telanjang (bayangkan, telanjang!! telanjang!! matanya dan kepalanya, bukan perempuannya).

    Bayangkan penderitaan ala selibat seperti ini: 17 tahun hidup dalam kesengsaraan tanpa pernah meihat perempuan yang bisa saya anggap cantik–karena terlalu terbuai dengan cerita2 mengenai bidadari surgawi, saya terlanjur menganggap Tamara Blezinsky itu ga ada seupilnya bidadari di khayangan (salahkan saya jika mengutuk dan menggerundali (bah, kata apa pula ini) eksul Rohis dan ustadz2 saya dahulu???). Kehidupan saya hanya berisikan dzikir, doa, ibadah, dan gerombolan pria, ya pria!!!

    Tapi ternyata, Tuhan (milik siapapun Dia), masih sayang pada saya (atau malah benci dan menjerumuskan??). Saya dianugerahi dua mata yang tajam dan telanjang,dan kemampuan berfikir yang cukup hingga mampu membawa saya berkuliah secara murah meriah tanpa harus marah2 di salah satu universitas (yang dahulu) kenamaan di kawasan (yang dahulunya) rindang, di (yang dahulunya) sebuah pedesaan. Akhirnya saya berhasil melihat dunia nan luas, bertemu banyak orang, bertukar banyak fikiran, meminjam sebanyak mungkin uang dan makanan, oh hidup sungguh tidak pernah semenggembirakan ini!!

    Singkat cerita, suatu ketika, disore yang cerah, ketika saya sedang bersenggama, ups,BERCENGKRAMA bersama burung kesayangan anak gadis pemilik kosan dan si anak gadis herself (yg menurut saya masih kurang cantik), sontak telpon “semi-umum-milik-kosan” berdering nyaring memecah hening (ah, ga percuma saya “ampir lulus” dari jurusan sastra). Si anak gadis bergegas, mengangkat telepon dan terbebelalak!!!! Apa gerangan yang terjadi, saya bergumam dalam hati, kecelakaan, musibah, gempa bumi, bulan puasa udah mulai, apa,apa? saya meggelinjang gelisah. Si anak gadis kemudian menatap saya dan berkata “Bang, ini kayaknya papahnya abang deh, nih diterima”. Sialan! ternyata ayah saya yang menghubungi saya, dan dia ternyata sedang berada di kota sebelah (ingat definisi sebelumnya), dan meminta saya menghadap untuk diaudit.

    Singkat kata, besoknya berangkatlah saya menuju suatu derah di pusat kota sebelah, ke hotel tempat ayah saya dan koleganya menginap. Hanya dengan bermodalkan keberanian, keteguhan, dedikasi dan ancaman akan pemotongan uang bulanan, saya pun berhasil mendapati hotel tersebut. disinilah cerita bermula..

    (perlu kata “bersambung” ga???, perlu lah ya… soalnya ngetiknya sambil makan, agak ribet)

    jadilah: bersambung!!!

  2. maaf editing: kota sebelah artinya: sebuah kota yang berjarak sekitar 21km dari desa tempat saya berani2nya menuntut si ilmu untuk berbagi kekayaan intelektualnya…

  3. Joy, buset dah, mana sambungan ceritanya…???? Ditunggu2 eh kaga nongol-nongol. Sibuk? Menyibukkan diri? atau Pura-pura sibuk?

  4. Ok, mari kita lanjutkan ke bagian kedua dari tiga bersaudara ini. Singkat kata, akhirnya saya berhasil mencapai puncak2 prestasi kebudayaan daerah yang diusung menjadi kebudayaan nasional (inget ngga sama kalimat semacam ini? Di tahun 80-90an yang indah dan
    tenteram…lha, kok malah ngelantur). Rewind… singkat kata, saya berhasil mencapai hotel tempat ayah saya menginap. Selangkah demi selangkah saya tapaki tangga hotel yang hanya berjumlah tiga undakan itu. Pintu hotel terbuka (dengan sendirinya? Tentu tidak, hotel ini tidak semodern itu, ada yang membukakan tentunya), saya kembali melangkah masuk. Sambil celingukan kekanan dan kekiri, saya denga sedikit keraguan (lagi-lagi) melangkah ke meja penerimaan (bahasa sunda: reception desk) dan disanalah… berdiri dengan anggun dan angkuh (wajarlah) seorang wanita dengan paras paling cantik sedunia, tak terlukiskan, tak terbayangkan, tak tergapai, tak masuk akal. Seketika saya tecekat, hampir jatuh pingsan, mabuk dalam kenikmatan memandangi wajahnya. Kepala saya berkabut, mata saya tidak dapat berputar,jiwa terperangkap, hati membeku, ciparay kebanjiran, tol sedyatmo juga, pasar minggu kebakaran, aceh kena gempa….

    Sedikit pulih dari keterguncangan emosi, sayapun segera memeriksa keadaan saya, dan keadaan wanita tersebut. Sepintas saya taksir (dan saya memang benar2 naksir!!!) dia lebih tua lima hingga tujuh tahun dari saya saat itu yang masih pemula tong-tong. Didadanya (dadanya!! Dadanya!!) ada papan kecil bertuliskan “Maureen”. Jadi itu namanya? Maureen? Indah sekali, dan sangat kota, sangat internasional, sangat Raam Punjabi, sangat inkonstitusional, sungguh…

    Lalu datang serangan kedua. Dia tersenyum, si Maureen ini mau merendahkan dirinya untuk tersenyum pada saya yang hina dina ini. Saya meleleh dalam arti yg sebenarnya, lutut saya gemetaran, tas saya jatuh, dan saya gelagapan.

    “Ada yang bisa dibantu, mas?” sicantikmautberwajahmalaikatberdadaindah mulai berbicara (giginya!! Giginya!!)

    “Ahem, saya mau ketemu Pak H, dikamar ***, udah janji” gemetaran saya mejawab, dalam logat nasional yang masih belum terlatih, karena masih baru tinggal di pulau jawa.

    “Oh, sebentar saya hubungi” masih tersenyum. Sialan, semakin lumer. “Kayaknya Pak H lagi ga dikamarnya, mungkin masih ikut meeting di convention hall, kalau mau mas langsung aja ke atas, di lantai empat, kamarnya disana.” Tetap tersenyum.

    “Wah, saya nggak pegang kunci kamarnya, mbak. Mendingan saya tunggu disini aja.” Ujar saya.

    Selama setengah jam berikutnya menjadi penantian paling indah dalam hidup saya. Sengaja saya pilih kursi dengan angle paling pas di lobby agar dapat selalu melihat keberadaan dirinya dan memandanginya dengan sembuyi2. Sungguh suatu anugerah tak terkira dari yang maha kuasa. Saya merasa seperti Umar ibn Khattab yang mendadak merasa harus menagis saat mendengar ayat Quran dibacakan padanya. Saya merasa menemukan kembali iman saya.

    Namun surga dunia saya terhenti bahkan sebelum peluit babak pertama berbunyi tanda pertandingan 45 menit berakhir, saat dari arah serong kanan dikit lagi mentok, sesosok pendek, gempal, namun gondrong sekonyong2 datang menghampiri.

    “Joy, lah lame? Ngape dak langsung ke atas?” dalam bahasa daerah asalku dia berkata. Itulah ayah saya.

    Berakhirlah segala macam keindahan yg saya rasakan,karena sejak detik itu saya sudah dalam genggaman ayah saya, dan sandera menjadi guide untuk membongkar isi kota bandung selama dua hari. Dan selama dua hari itu pula saya tidak pernah lagi melihat sosok bidadaricantikyangturundarilangithanyauntuksaya itu lagi. Dia telah hilang, mungkin pulang ke khayangan, tempat dimana dia harus berada. Hingga sekarang, saya tidak pernah tau keberadanya dan tidak ingin tau. Biarlah menjadi memori yang membeku abadi (anjiiir, jiga novel2 Freddy S kitu euy, bahasana…)dan selalu indah tanpa perlu diawetkan dengan terpentin atau formalin, apalagi vetsin, amiit2.

    Begitulah, akhirnya selesai juga petualangan singkat namun tak berguna ini. Mudah2an tidak ada manfaatnya. Sekian.

    Nb: Mudah2an si Maureen masih jomblo, dan mati dalam keadaan jomblo. Atau kalo udah nikah, mudah2an suaminya mati duluan seminggu setelah pernikahan, trus Maureen tetap jomblo setelah itu sampai mati.

  5. joy cerita apaan seh?
    yang bisa gue ngerti cuma pas bagian ada sapaan bokapnya, hmm… itu pun menurut gue ada bahasa daerah yang salah ”
    “Joy, lah lame? Ngape dak langsung ke atas?” , mestinya
    “Joy, lah lame? Ngape dak langsung ke pucuk?” cuma salah satu kata seh, tapi gue gih pengen reseh aja ama si joy hehehe……..

  6. pertama x kenalan…. minta tuker link. Mo blajar bhs. rusia nich

  7. boleh boleeehhhhh….. mau link apaan neh? coba deh buka http://subpokrusia.wordpress.com disitu ada sediki dasar b rusia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: