Naik Truk

Bagi sebagian orang naik truk merupakan hal yang biasa saja, namun tidak biasa bagi saya. Pengalaman ini terjadi ketika saya mengajar di Kopassus, dan untuk efisiensi waktu kami menginap di mess di kopassus.

Pada suatu pagi yang cerah, kami sudah siap berangkat, tinggal menunggu penjemput kami. ketika sedang asyik berbincang, datang sebuah mobil khas kopassus yang seperti truk. Kalau tidak salah nama truk itu katanya truk defender gitu deh. Karena biasanya kami dijemput dengan mobil yang lain saya dengan pede berkata bahwa itu bukan mobil yang menjemput kami, selain itu kan biasanya bukan truk. Tetapi ternyata memang kami pagi itu kami dijemput dengan truk itu.

OMG. Mobil itu lumayan tinggi, dan tempat duduk didepan hanya diperuntukkan bagi 2 orang saja, pengemudi dan satu penumpang. Tidak masalah bagi saya u/ naik di bagian belakang, yang jadi masalah yaitu bagaimana cara saya naik ke truk tersebut. Saat itu saya memakai rok pendek sehingga gerakan lebih terbatas, sedang truk tiu sendiri tingginya kurang lebih sepinggang saya. Dengan tertawa-tawa akhirnya kami memutuskan mengambil sebuah kursi sebagai pijakan saya naik ke truk itu. Haaaah sambil kemringet saya naik juga ke truk itu. Bukan kemringet karena cape tapi karena tertawa. Ternyatabegini rasanya naik truk ala kopassus hahaha… seru juga… kapan lagi saya naik truk seperti ini.

Berhubung ini kali pertama saya naik truk ketika hendak mengajar dan dengan seragam lengkap, tak lupa saya mengabadikan moment ini dalam sebuah foto😉

4 Responses

  1. Mana fotonya? mana? pengen liat tuti naik truk..
    kalo dibayangin, kayanya matching deh tut sama truknya hehehehe..

  2. tenang no, soalnya kabel data ane ketinggalan dikantor, sp ga bisa transfer data ke kompi. Matching? memang matching. Biasanya sesuatu yg begitu kontras akan membuat sesuatu itu mejadi begitu serasi. Contoh ane dg truk defender itu.. Truknya negitu macho sedangkan ane begitu imut hehehehe😉

  3. Hmmm…kapan kapan Ibu foto di pesawat Sukhoi ya…ntar saya ambilkan gambarnya, dan atur gayanya… belum pernah kan Bu?

  4. Waaah boleh-boleeeh pastu seru hehehe parno geto ya. Makanya kursus crashprogrammnya jangan dpusbahasa, di Makassar kek or dmana geto. Sekalian perubahan suasana mengajar. Seperti CP AL di Surabaya or CP Kopassus di Cijantung.

    I’m waiting for that moment

    ^____^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: